21 january 2017
Strategi Promosi Penjualan
A. Pengertian strategi promosi penjualan
Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran
suatu barang. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang
merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau
konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala
sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen,
segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan
menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan
tersebut. Untuk memperjelas tentang pengertian promosi, berikut ini
beberapa definisi tentang promosi.
Menurut Tjiptono (2001 : 219) promosi pada hakekatnya adalah suatu
komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan
pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima,
membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan.
Selanjutnya Kotler (2002:41) menyatakan bahwa “Promosi adalah
berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan
keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar
membelinya”.
Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti promosi adalah
suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi ”konsumen
aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang.
Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang
ditawarkan pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut
dilancarkan perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang
berminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan
dimasa yang akan datang.
Lupiyoadi (2001 : 109) menyatakan bahwa “promosi penjualan adalah
semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa
dari produsen sampai pada penjualan akhirnya. Point of sales promotion
terdiri dari brosur, information sheets, dan lain-lain”.
Menurut Fandy Tjiptono dalam bukunya strategi pemasaran (1997:249),
strategi promosi penjualan adalah suatu rencana kegiatan yang dilakukan
untuk meningkatkan permintaan dari para pemakai atau konsumen akhir yang
bertujuan untuk meningkatkan omset penjualan dengan jalan mempengaruhi
konsumen secara langsung. Sedangkan menurut cravens dalam bukunya
pemasaran stategis, (2002:77), strategi promosi penjualan adalah
perencanaan dan pengendalian komunikasi dari suatu organisasi kepada
para konsumen dan sasaran lainnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi promosi penjualan
adalah perencanaan atau kegiatan dari suatu organisasi/perusahaan agar
dapat mencapai sasaran sehingga tujuan yang diinginkan dapat terwujud.
B. Tujuan strategi promosi penjualan
Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni merangsang
permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk
goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen
untuk membeli lebih banyak serta meminimimkan perilaku berganti-ganti
merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru.
Tujuan lainnya juga bisa berupa untuk mendorong pembelian ulang produk,
dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba
produk baru, menyerang aktifitas promosi pesaing. Promosi penjualan
bertujuan untuk merangsang tanggapan pembeli yang cepat (quick buying
response) yang antara lain adalah perlombaan, pemberian hadiah,
kombinasi penawaran, kupon, dan potongan harga untuk konsumen.
Tujuan promosi adalah untuk mempengaruhi suatu konsumen dalam
mengambil keputusan untuk meningkatkan volume penjualan, di segi lain
ada juga dari promosi yaitu menjual suatu barang atau jasa. Dalam
promosi kita tidak hanya sekedar berkomunikasi ataupun menyampaikan
informasi, tetapi juga menginginkan komunikasi yang mampu menciptakan
suasana/keadaan dimana para pelanggan bersedia memilih dan memiliki
produk. Dengan demikian promosi yang akan dilakukan haruslah selalu
berdasarkan atas beberapa hal sehingga tujuan yang diharapkan dapat
tercapai.
Secara umum tujuan dari promosi penjualan :
1. Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan/atau konsumen akhir.
2. Meningkatkan kinerja perusahaan
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono
(2001:221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan
membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang
perusahaan dan bauran pemasarannya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan
tujuan promosi adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk,
modifikasi dan membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang
produk dan perusahaan yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama, yaitu sama-sama
menjelaskan bila produk masih baru maka perlu memperkenalkan atau
menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang
tidak kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk
yang baru, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga
beralih ke produk tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar
mengingatkan bahwa produk tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini
dilakukan karena banyaknya serangan yang datang dari para pesaing.
Tujuan Utama Strategi Promosi Penjualan Produk
1. Meningkatkan Volume
Strategi promosi penjualan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan
tujuan jangka pendek bisnis anda. Bisa anda lakukan untuk menghabiskan
stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang atau untuk memenuhi stok
yang ada di tingkat pengecer sebelum pesaing anda memperkenalkan
produknya.
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat “pembeli marjinal”
datang membeli produk anda. Pembeli marjinal adalah mereka yang membeli
hanya ketika suatu produk atau jasa sedang dalam masa “promosi”. Biasaya
pembeli marjinal ini tidak disukai oleh perusahaan.
Tapi anda jangan khawatir, strategi promosi penjualan dapat
menggiring pembeli marjinal menjadi pembeli setia, asal produk anda
mengena di hati mereka.
2. Meningkatkan Pembeli Coba-Coba
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat pembeli potensial anda
datang untuk menggunakan produk atau jasa anda. Pembeli potensial adalah
orang yang tidak pernah menggunakan produk atau jasa anda atau hanya
pernah menggunakan produk atau jasa sejenis dari pesaing anda.
Mereka tidak akan pernah membeli produk anda dalam jumlah besar
sebelum tahu bahwa mereka menyukai produk atau jasa anda. Dan poin
pentingnya, pembeli potensial adalah sumber utama untuk meningkatkan
volume penjualan anda. Strategi promosi penjualannya bisa anda lakukan
dengan cara:
• Memberikan sampel gratis atau kupon untuk mencoba sehingga calon pembeli dapat mencoba produk atau jasa anda.
• Memberikan manfaat tambahan sehingga produk atau jasa anda tampak superior dibandingkan produk sejenis.
• Memberikan manfaat finansial jangka pendek. Bisa dengan cara
memberikan angsuran pembelian tanpa bunga, tentunya dengan memperhatikan
situasi dan kondisi usaha anda.
3. Meningkatkan Pembelian Ulang
Strategi promosi penjualan dengan cara promosi pembelian kembali bisa
digunakan untuk meningkatkan pembelian tetap atau pembelian dalam
jumlah besar. Promosi pembelian kembali juga bisa anda gunakan untuk
“menganggu” peluncuran produk pesaing dan membuat pelanggan anda
terbiasa menggunakan produk yang anda buat. Anda bisa gunakan cara-cara
efektif seperti :
• Kupon di dalam produk yang berisi potongan harga bagi pembelian selanjutnya.
• Menggunakan cara “beli tiga gratis satu”.
• Atau menggunakan cara “10 kupon gratis satu”.
4. Meningkatkan Loyalitas
Promosi loyalitas berbeda dengan strategi promosi penjualan seperti
pemberian diskon langsung. Promosi loyalitas lebih ke memberikan daya
tarik berupa manfaat jangka panjang kepada konsumen. Contohnya adalah
anda memberikan sebuah kupon berisi manfaat tertentu. Bagi siapa saja
yang mendapatkan kupon tersebut berhak menjadi anggota klub yang di
dalamnya berisi fasilitas-fasilitas yang anda berikan secara khusus.
5. Memperluas Kegunaan
Pada saat kegunaan awal sebuah produk atau jasa mulai menghilang,
anda harus segera memperluas kegunaan produk atau jasa anda. Contohnya
seperti yang pernah teman saya lakukan. Dia berusaha memperluas kegunaan
taksi motornya. Dia merubah layanan jasa yang tadinya hanya mengantar
penumpang menjadi layanan antar jemput anak sekolah.
Bahkan terakhir dia menambah layanannya, yaitu paket wisata keliling
objek wisata di Jogja. Selain contoh tadi, anda juga bisa gunakan cara
joint promotion dengan perusahaan lainnya.
Kalau yang satu ini sering saya sebut daya ungkit bisnis atau
leverage. Contohnya adalah pemberian kupon dari agen travel perjalanan
outbond untuk peminjaman peralatan arung jeram misalnya.
6. Menciptakan Ketertarikan
Kadang tujuan ini dianggap sebagai tujuan strategi promosi produk
yang kurang jelas. Saya sendiri tidak tahu dimana kurang jelasnya.
Tapi saya pikir ada manfaatnya kalau anda mempunyai tujuan strategi
promosi produk seperti ini. Pernahkan anda bosan dalam sebuah rutinitas
tahunan? Membeli produk atau jasa juga sama halnya.
Mereka dapat bosan dengan produk atau jasa yang itu-itu saja. Cara
agar konsumen anda tidak bosan adalah dengan menciptakan ketertarikan.
Anda bisa melakukan strategi promosi produk dengan sebuah cara yang sama
sekali baru untuk melakukan sesuatu, dan orang-orang senang
melakukannya.
7. Menciptakan Kesadaran
Beberapa strategi promosi produk sangat efektif untuk membuat orang
menyadari akan suatu produk. Kalau anda punya, gunakan tim penjualan
untuk mempromosikan produk atau jasa anda. Kalau contoh strategi promosi
produknya adalah anda bisa melakukannya promosi gabungan dengan produk
atau jasa lain yang sudah dikenal di pasar tertentu.
Jangan khawatir dengan cara itu. Anda tidak akan kehilangan pelanggan
hanya dengan “berbagi” promosi bersama. Asal tidak dengan produk atau
jasa kategori sejenis.
8. Mengalihkan Perhatian dari Harga.
Satu hal yang saya senangi dari tujuan strategi promosi produk adalah
mengalihkan perhatian konsumen dari harga sehingga tidak terjebak dalam
perang harga. Perang harga bisa membuat anda kehabisan tenaga,
mendapatkan marjin yang tipis atau bahkan usaha anda hancur
berkeping-keping. Banyak cara agar konsumen anda bisa anda alihkan
perhatiannya dari segi harga. Contohnya seperti:
• Beli tiga gratis satu.
• Discount untuk pembelian berikutnya.
• Atau menawarkan kemasan dengan isi lebih banyak, seperti yang dilakukan kemasan shampoo sachet, “isi 30% lebih banyak”.
9. Mendapatkan Dukungan dari Perantara.
Produk atau jasa anda butuh dukungan dari perantara. Yang dimaksud
perantara disini adalah pedagang grosir, distributor, agen, pengecer
atau makelar. Bahkan pelanggan-pun bisa disebut perantara jika mereka
ikut merekomendasikan produk anda karena puas.
Anda harus membuat langkah-langkah efektif promosi penjualan kepada
para perantara anda. Contoh strategi promosi produknya adalah :
• Program “member get member” yang memberikan uang bagi pelanggan apabila membawa konsumen lain.
• Memberikan penawaran harga yang bisa membuat marjin distributor, agen, pengecer atau sales anda lebih tinggi.
10. Melakukan Diskriminasi Para Pengguna
Mungkin anda agak aneh dengan strategi promosi produk yang kesepuluh
ini. Kalimatnya memang terdengar janggal. Tapi untuk menjaga keotentikan
dari sumber sehingga saya juga tidak salah dalam memberikannya kepada
anda, saya tetap gunakan kalimat orisinal tersebut.
Tapi penjelasan logisnya adalah seperti ini, diskriminasi di antara
sesama pengguna memungkinkan usaha anda mengembangkan paket khusus dari
produk, harga, distribusi dan promosi untuk kategori yang berbeda. Kalau
anda masih bingung, contohnya seperti ini:
• Anda memberikan harga khusus bagi mereka yang melakukan pemesanan
lebih awal atau melalui tempat tertentu seperti datang langsung ke toko
anda, pemesanan khusus melalui web atau yang lainnya.
• Kelompok tertentu anda beri harga khusus yang tidak anda berikan
kepada kelompok lainnya. Contohnya adalah anda memberikan harga khusus
kepada anak-anak, namun harga itu tidak berlaku bagi orang tua dan
dewasa, seperti yang dilakukan armada bus dalam kota.
C. Sifat strategi promosi penjualan
Sifat-sifat promosi penjualan adalah :
- Komunikasi; mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang memperkenalkan pelanggan kepada produk.
- Insentif; memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan.
- Undangan; mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, promosi penjualan dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis yaitu :
- Customer promotion, yaitu penjualan yang bertujuan untuk mendorong pelanggan untuk membeli.
- Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk
mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk
memperdagangkan barang dan jasa dari sponsor.
- Sales – force promotion, yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual.
- Business promotion, yaitu promosi penjualan untuk memperoleh
pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan pelanggan,
memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama
dan mendidik pelanggan.
Namun yang jelas apapun jenis kebutuhan yang akan diprogramkan untuk
dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar perusahaan tetap
eksis dan berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut mempunyai lini
produk lebih dari satu macam.
Secara keseluruhan teknik-teknik promosi penjualan merupakan taktik
pemasaran yang berdampak jangka pendek. Malah kadang – kadang penjualan
hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan berlangsung. Promosi
penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan terhadap
produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering dapat
menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan
bisa menginterpretasikan bahwa barang atau jasa tersebut kualitas rendah
atau termasuk kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi
penjualan menghasilkan tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.
D. Fungsi strategi promosi penjualan
Fungsi dari strategi promosi penjualan adalah untuk mencapai tujuan
komunikasi. Teknik-teknik komunikasi dan insentif memberikan beberapa
keuntungan, promosi penjualan dapat digunakan untuk menargetkan pembeli,
menjawab kesempatar khusus, dan menciptakan insentif pembelian. Dalam
mengembangkan strategi promosi penjualan pertama-tama perlu
didefenisikan tugas-tugas komunikasi yang diharapkan dicapai oleh
program promosi penjualan. Barikutnya tujuan-tujuan promosi khusus
ditetapkan menyangkut kesadaran dan keinginan membeli. Perlu dievaluasi
penghematan relatif dari metode-metode promosi penjualan yang wajar dan
memilih metode-metode yang menawarkan kombinasi antara hasi’ dan biaya
yang terbaik. Baik isi promosi penjualan maupuri waktu harus
dikoordinasikan dengan kegiatan-kegiatan promosi lainnya. Akhirnya
program ini dilaksanakan dan dievaluasi berdasarkan kesinamburigannya.
Evaluasi mengukur sejauh mana tujuan telah dicapai. Misalnya hasil-hasil
pameran dagang dapat dievaluasi untuk menentukan berapa banyak kontak
yang dilakukan berubah menjadi pembelian.
- E. Kegiatan Promosi penjualan
Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya bauran
promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau
pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan
penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler,
2001:98-100)
- Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan
menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
Jenis periklanan :
*Perilanan lembaga atau intuisi (bank, supermarket, department store)
*Perikalan merk (Toyota, Honda, pepsodent, cerebrovit )
*Periklanan jenis barang tertentu (iklan pelayanan masyarakat)
*Periklanan penjualan (pada kesempatan-kesempatan tertentu)
- Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi antara
penjual dengan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada
calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk
sehingga pelanggan kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat-sifat
penjualan tatap muka:
*Personal atau adanya kontak langsung dengan konsumen
*Tanggapan langsung atas pertanyaan atau reaksi konsumen
*Mempererat hubungan dengan konsumen, apabila sikapnya memuaskan
*Biaya oprasional cukup tinggi
- Publisitas (Publisity), merupakan usaha untuk merangsang permintaan
suatu produk secara non-personal dengan memuat berita komersial yang
menarik mengenai produk tersebut didalam media cetak atau lainnya,
mapun hasil wawancara yang disiarkan dalam media tersebut.
- Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi
diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian
oleh konsumen dan efektifitas penyalur, melalui pameran, pertunjukan,
demonstrasi, peragaan. Jenis-jenis promosi :
*Promosi konsumen (misalnya barang contoh, kupon hadiah pembelian demonstrasi)
*Promosi dagang (kredit pembelian, periklanan bersama)
*Promosi bisnis (sponsor pertunjukanj, kontes penjualan)
- Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan
perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian
konsumen. Sifat pemasaran langsung :
- Nonpublik: Pesan biasanya ditujukan kepada orang tertentu, misalnya
pengiriman surat via pos atau email, itu berarti yang mengetahui pesan
tersebut hanya pihak terkait saja, public tidak mengetahui.
- Disesuaikan: Pesan dapat disiapkan dan dirancang dengan
sebaik-baiknya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada orang yang
bersangkutan agar ia tertarik.
- Terbaru: Pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat sesuai dengan kondisi terkini.
- Interaktif: Pesan dapat diubah sesuai tanggapan orang yang berkaitan sehingga menimbulkan suatu komunikasi yang interaktif.
Ada 3 gagasan utama dalam perencanaan bisnis yang dikemukakan oleh Kotler-AB. Susanto (2000 : 80) ;
- Bahwa bisnis perusahaan seharusnya seperti ” Portofolio Investment
”, yaitu perlu diputuskan bisnis mana yang dapat dikembangkan,
dipertahankan, dikurangi atau bahkan mungkin dihentikan. Karena tiap
bisnis memiliki keuntungan masing-masing dan sumber daya perusahaan
harus dikelola sesuai dengan potensi yang menguntungkan.
- Berorientasi pada potensi keuntungan di masa depan dengan
mempertimbangkan tingkat pertumbuhan pasar dan posisi serta kesesuaian
perusahaan. Tidak cukup dengan mengandalkan penjualan dan keuntungan
yang telah dicapai pada tahun sebelumnya sebagai panduan.
- Strategi. Perusahaan harus memiliki dan menetapkan rencana kerja
untuk mencapai sasaran jangka panjang dengan melihat posisi industri
(lihat Identifikasi Pesaing), sasaran, peluang keahlian serta sumber
daya perusahaan.
Di samping tiga gagasan utama di atas, perlu pula dilakukan analisa
atau pendekatan-pendekatan untuk menanggapi adanya perubahan-perubahan
pada kondisi pasar yang bisa berdampak pada faktor biaya, Tjiptono (2000
: 7- 8). Sehingga dengan melakukan analisa dapat dilakukan antisipasi
agar tidak keluar biaya yang tidak terkontrol yang dapat mempengaruhi
kebijakan perusahaan.