Selasa, 19 April 2016

Identitas pkn

IDENTITAS NASIONAL DAN IDENTITAS DAERAH

SEBAGAI PERSATUAN BANGSA

Abstrak,Penelitian ini secara teoritis untuk mengetahui apa itu identitas nasional dan identitas daerah sebagai pemersatu bangsa.Pembahasan ini mengantarkan kepada kita beberapa ide dasar mengenai apa itu hakekat Identitas nasional dan identitas daerah, identitas individu, identitas kolektif, kapan munculnya identitas nasional, unsur pembentuk Identitas nasional, konsep nasionalisme Indonesia, jatidiri bangsa, integritas nasional dan kebudayaan daerah merupakan alat pemersatu bangsa. Akhir pembahasan ini kita dapat menjelaskan apa  itu Identitas nasional, identitas individu, identitas kolektif, kapan munculnya identitas nasional, unsur pembentuk Identitas nasional, konsep nasionalisme Indonesia, jatidiri bangsa, integritas nasional dan kebudayaan daerah merupakan alat pemersatu bangsa. Kepribadian bangsa atau jatidiri bangsa adalah jatidiri suatu bangsa yang membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Identitas nasional terbentuk karena adanya rasa sebagai bangsa Indonesia yang memiliki pengalaman bersama, sejarah yang sama dan penderitaan yang sama.

Kata Kunci, Identitas Nasional, Identitas Derah, Jati Diri Bangsa Indonesia.

A.     Pendahuluan

Setiap negara pasti butuh identitas. Baik itu identitas nasional maupun identitas daerah. Paling tidak, dalam satu dua hal, berbeda satu dengan lainnya. Entah itu dari kebijakan politik, ekonomi, hukum, seni, terutama pada unsur yang lebih komprehensif, yakni kebudayaan. Selama ini, katakanlah sejak Sumpah Pemuda, lalu dipertajam oleh polemik Kebudayaan, Indonesia pun sudah menganggap memiliki identitas diri.

Dilihat dari segi bahasa bahwa identitas itu berasal dari bahasa Inggris yaitu ‘’identity’’ yang dapat di artikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri. Ciri-ciri itu adalah suatu yang menandai suatu benda atau orang. Ada ciri-ciri fisik dan ada ciri-ciri non fisik. Orang cina mempunyai ciri fisik tersendiri, misalnya matanya sipit, kulitnya putih. Orang Irian atau Papua juga mempunyai ciri fisik tersendiri misalnya kulitnya hitam dan rambutnya keriting. Ciri yang bersifat non fisik misalnya, gaya seseorang ketika berbicara, ketika bermain, ketika belajar dan sebagainya.

Identity sering diindonesiakan menjadi identitas atau jati diri. Jadi, identity atau identitas atau jati diri, dapat memiliki dua arti yaitu:

1.     Identitas atau jatidiri yang menunjuk pada ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang atau sebuah benda.

2.     Identitas atau jatidiri dapat berupa surat keterangan yang dapat menjelaskan pribadi seseorang dan riwayat hidup seseorang.

Disamping itu, identitas atau jatidiri dapat juga digunakan untuk mengambarkan pengertian diri sendiri yang menyangkut siapa dia (baik laki-laki maupun perempuan). Ada dua sumber utama dari identitas atau jatidiri seorang, aturan-aturan sosial yang menjelaskan definisi dari tingkah laku tertentu dan sejarah hidup seseorang. Dua orang, yaitu orang yang satu dengan orang yang lainnya berdasarkan konsepsi mereka dari identitas mereka masing-masing pada dua sumber tadi (Arnold Dashefsky, 5).

Identitas Nasional bangsa adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bagsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang dimiliki ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri – sendiri sesuai dengan keunikan sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Berdasarkan hakikat pengertian Identitas Nasional bangsa sebagaimana dijelaskan diatas maka Identitas Nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut kepribadian suatu bangsa atau dapat diartika sebagai sekolompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya.

Sehingga mempunyai persamaan watak dan karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu ketentuan Nasional. Jadi Identitas Nasional dan identitas daerah sebagai pemersatu bangsa  adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah/daerah dan selalu memiliki wilayah/ daerah ( tanah melimpah darah mereka sendiri ), kesamaan sejarah, budaya, sistem hukum atau perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarakan profesi. Contoh Identitas Nasional Bangsa meliputi segenap yang dimilki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi, agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

Identitas Nasional pada hakikatnya juga merupakan manifestasi nilai nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan. Suatu bangsa dengan ciri-cirinya khas. Dengan ciri ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hiudup dan kehidupannya. Diletakkannya dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan bekembang sebelum masuknya agama-agama besar dibumi nusantara ini dlaam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhineka Tunggal sebagai dasar dan arah pengembangan dalam kehidupan berbangsa dan benegara.

B.    Pembahasan

1.  Pengertian identitas nasional

Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Nasionalisme berasal dari bahasa Inggris “national” yang dapat diartikan sebagai “warga negara” atau “kebangsaan”. Kita sering mendengar istilah “national debt” (hutang nasional), “national emergency” (keadaan darurat nasional), “national moment”(monument nasional atau tuguh nasional), dan “national anthem” (lagu kebangsaan). Ini semua dalam rangka menjelaskan tentang Negara itu sendiri dan warga negara dalam satu negara.

Identitas nasional berasal dari kata “national identity” yang dapat diartikan sebagai ” kepribadian nasional”  atau “jatidiri nasional”. Kepribadian nasional atau jatidiri nasional adalah jatidiri yang dimiliki oleh suatu bangsa.

Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri, serta karakter dari bangsa tersebut. Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara hiatoris. Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagaimna dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisah-pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.

Begitu juga identitas daerah adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu daerah secara filosofis membedahkan daerah tersebut dengan daerah yang lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap daerah di Indonesia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri, serta karakter dari daerah tersebut.

Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia yang lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdiri atas kebiasaan, sikap, sifat-sifat, serta karakter yang berbeda pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain.

a.  Menurut Koenta Wibisono (2005) pengertian identitas nasional pada hakekatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas dan dengan khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.

b.  Identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsinal dalam kondisi dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat

            Setiap bangsa dan daerah pasti butuh identitas. Paling tidak, dalam satu dua hal, berbeda satu dengan lainnya. Entah itu dari kebijakan politik, ekonomi, hukum, seni, terutama pada unsur yang lebih komprehensif, yakni kebudayaan selama ini, katakanlah sejak Sumpah Pemuda ,lalu dipertajam oleh polemik kebudayaan, Indonesia pun sudah menganggap memiliki identitas diri. Dan dalam perjalanan sebagai bangsa yang merdeka selama setengah abad ini, ternyata Indonesia terus bergolak dengan peristiwa-peristiwa kekerasan yang telah demikian banyak memakan korban fisik maupun psikis bangsa sendiri. Sepertinya Negara ini menjelma menjadi sebuah identitas besar, yakni sebagai Negara kekerasan.

Identitas atau jatidiri adalah “pengenalan atau pengakuan terhadap seseorang yang termasuk dalam suatu golongan yang dilakukan berdasarkan atas serangkaian ciri-cirinya yang merupakan suatu satuan bulat dan menyeluruh, serta menandainya sehingga ia dapat dimsukkan dalam golongan tersebut” (Parsudi Suparlan. 1999).

Menurut Hank Johnston, Enrique Larana, dan Joseph R. Gusfield (1994:12-24), identitaas itu dapat dibagi dalam berbagai bagian yaitu: Identitas Individu dan Identitas Kolektif. Penjelasan dari kedua identitas tersebut adalah sebagai berikut:

a.   Identitas Individu

Identitas individu berkaitan dengan keseluruhan ciri-ciri tentang seseorang dan ia juga dibentuk melalui interaksi biologi (bersifat jasmani) dan kehidupan sosial. Psikologi mempelajari pembentukan kelompok dengan jelas memisahkan identitas individual dari aspek-aspek sosialnya yang diambil dari anggota kelompok, tapi sosiologi yang mempelajari pergerakan sosial haruslah mengenal tentang identitas individu.

Lapangan pergerakan sosial yang telah memadukan pendekatan-pendekatan simbol interaksi terhadap aturan-aturan sosial sebagai dasar konseptual untuk befikir tentang identitas individu. Seoarang pengikut pergerakan sosial itu sendiri dibentuk daari beberapa identitas sosial. Dalam diri seseorang dia tidak hanya memiliki satu identitas tapi memiliki beberapa identitas, yang dapat difungsikan dddalam interaksi sosial. Jadi identitas individu adalah identitas atau jatidiri yang dimiliki oleh seseorang yang ia dapat mulaqi ia lahir maupun dari proses interaksi dengan yang lain. Identitas yang dimiliki oleh seseorang tidaklah satu melainkan lebih dari satu dan jumlah identitas antara individu dengan individu yang lainya tidak sama.

 b.  Identitas Kolektif

Konsep mengenai identitas kolektif merujuk pada pengakuan terhadap makna keanggotaan  atau makna kebersamaan, batas-batas dan aktivitas-aktivitas ke dalam suatu kelompok. Menurut Melucci (1985), identitas kolektif (identitas bersama atau kelompok) adalah suatu interaksi (saling mempengaruhi) antara individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu kelompok dan melakukan tindakan serta perbuatan secara bersama-sama, untuk tujuan bersama dalam suatu kelompok. Jadi identitas kolektif itu adalah identitas yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang mereka bangun melalui interaksi, sesama anggotanya dan untuk kepentingan bersama atau untuk kepentingan kelompok. Dalam sosiologi ada berbagai macam pengertian kelompok, diantaranya : “setiap kumpulan manusia secara fisik”. Dalam pengertian ini kelompok itu tidak memiliki ikatan kebersamaan apa-apa, kecuali adanya jarak fisik yang dekat. Sosiolog menyebut kumpulan manusia semacam ini sebagai agregasi (kumpulan) atau kolektivitas.

2.  Munculnya Suatu Identitas 

Identitas atau jatidiri itu muncul dan ada dalam interaksi. Interaksi adalah kenyataan empirik yang dilakukan seseorang dengan orang lain atau dengan kelompok lain yang berupa tindakan para pelaku yang menandakan adanya hubungan antar para pelaku tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa identitas atau jatidiri itu muncul dan ada dalam hubungan. Seorang yang mempunyai jatidiri tertentu karena diakui keberadaannya oleh seseorang atau orang dalam hubungan yang berlangsung. Sedangkan dalam suatu hubungan yang lain, yang melibatkan pelaku atau pelaku-pelaku lain yang berbeda dari pelaku-pelaku semula, jatidirinya bisa berbeda dari yang semula, sesuai dengan corak hubungan, serta saling pengakuan mengenai jatidirinya oleh para pelaaku hubungan yang lain tersebut (Suparlan, 1999). Jadi, seseorang yang memiliki jatidiri tertentu apabila ada pengakuan dari orang lain mengenai jatidiri.

Penekanan pada pengakuan orang lain dalam hal keberadaan dan kelestarian suatu jatidiri yang dimiliki oleh seseorang itu menjadi penting untuk diperhatikan, karena dalam kesendiriannya yang absolut tersebut seseorang tidak memiliki jatidiri. Orang-orang lain yang berada dalam interaksi dengan dirinya adalah penentu dari jatidirinya, sehingga orang lain tersebut dapat dilihat sebagai cermin bagi dirinya. Karena hanya melalui cermin itulah seseorang dapat melihat dan mengenali seperti apa dirinya. Meskipun demikian, jatidiri dapat juga muncul dan ada pada suatu kesendirian, dimana seseorang berada dalam suatu hubungan dengan gaib yang ia bayangkan sebagai suatu kebenaran yang tidak dapat dibantah.

3.    Unsur-unsur  Pembentuk Identitas Nasional

Ada beberapa unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia, yaitu:

1.    Suku Bangsa

Identitas nasional dalam aspek suku bangsa adalah adanya suku bangsa yang majemuk ( aneka ragam). Majemuk atau anekaragamnya suku bangsa dimaksud adalah terlihat dari jumlah suku bangsa lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Populasinya menurut data BPS tahun 2003 adalah berjumlah 210 juta jiwa. Dari jumlah tersebut diperkirakan separuhnya atau 50% adalah suku etnis jawa. Sisanya adalah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia di luar Jawa, seperti; suku makassa-Bugis (3,68%), Batak (2,04%), Bali (1,88%), Aceh (1,4%), dan suku-suku lainnya. Sedangkan suku bangsa atau etnis tionghoa hanya berjumlah 2,8% tetapi menyebar ke seluruh wilayah bangsa Indonesia dan mayoritas mereka bermukim di perkotaan.

Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. Suku bangsa askriptif dan kelompok migran. Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada diwilayah geografi nusantara, sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi dan dasar negara. Kelompok migran di Indonesia meliputi migran Asia ( Tionghoa, Arab, dan India ), migran dari Eropa ( Belanda, Jerman, Itali ), migran dari Amerika ( kanada, Amerika serikat ), migran dari Afrika ( Mesir, Nigeria ). Oleh karena itu, bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk, sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengah bahasa dan dialek yang berbeda.

2.    Agama

Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis, yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. Bagi bangsa Indonesia, kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari TYME yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya  adalah saling mengakui secara positif  keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain

3.    Bahasa

Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahsa melayu. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara, bahasa melayu telah menjadi bahsa penghubung ( linguafranca ) jauh sebelum kemerdekaan. Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari sabang sampai merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda.

4.    Kebudayaan

Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

Kebudayaan menjadi salah satu unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang didalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan serta digunakan sebagai pedoman berfikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang diahapi.

4. Konsep Nasionalisme di Indonesia

Adapun konsep  nasionalisme di Indonesia adalah :

a. Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia

b. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih

c. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya

d. Lambang negara yaitu Garuda Pancasila

e. Semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, artinya berbeda tetapi tetap satu jua

f. Dasar falsafah negara yaitu Pancasila

g. Konstitusi (Hukam Dasar) yaitu Undang-undang Dasar 1945

h. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia

i. Konsepsi wawasan nusantara, mengenali diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengn mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa

j. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai budaya nasional

5.  Jati Diri Bangsa Indonesia

Nasionalisme Indonesia diibaratkan sebagai suatu pohon besar ditengah ladang yang sangat luas. Pohon besar itu adalah Nasionalisme Indonesia dan ladang yang sangat luas itu adalah jati diri masyarakat, bangasa dan negara Indonesia. Pohon besar itu tidak akan tumbuh berkembang dengan subur jika ladang yang luas itu tidak subur. Di tahun 1960-an Bung Karno memiliki konsep tentang Pembangunan Karakter dan Bangsa yang diberi nama Tri Sakti, yang isinya:

Membangun kemandirian ekonomi bangsa Indonesia.Membangun kedaulatan dalam politik.Membangun kepribadian bangsa yang berbasis budaya Indonesia.

Menurut Bung Karno, tiga karakter bangsa itu dianggap sangat penting bagi masyarakat bangsa dan negara. Bangsa dan negara Indonesia tidk boleh menjadi bangsa dan negara yang tergantung kepada kekuatan ekonomi asing, namun harus mampu membangun kemandirian ekonomi nasional.

Hingga kini bangsa dan negara Indonesia belum mampu menjadi masyarakat  dan bangsa yang dewasa dalam kehidupan berdemokrasi, karena berbagai tindak dan praktek kehidupan politik masih disertai dengan tindakan kekerasan pemaksaan kehendak. Demikian juga masyarakat, bangsa dan negara Indonesia belum berhasil sepenuhnya membangun kepribadian bangsa Indonesia yang berbasis budaya bangsa, karena kepribadian Indonesia agak labil dan kehilangan nilai-nilai internalnya sebagai akibat derasnya budaya asing, keterbukaan dan globalisasi. Kita harus membangun jatidiri bnagsa sebagai identitas masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, yang dapat membedakan diri dengan masyarakat bangsa dan negara lain di dunia ini.

Dalam buku “Pembangunan Jatidiri Bangsa Indonesia” dikonsepsikan jatidiri itu terdiri dari:

ReligiusHumanisNaturalisTerbukaDemokratisIntegratif dan HarmonisNasionalis dan PatriotisBerkomitmen terhadap kebenaranJujur dan adilBeretos kerja keras dan profesionalBer-IPTEKSBerkemampuan yang mandiriBerjiwa etis dan moralisKe[patuhan terhadap hukumBerjiwa kemasyarakatanBerjiwa kulturalBerjiwa seni dan estetik

Jatidiri bangsa Indonesia bukan suatu jatidiri ynag permanen dan tertutup, melainkan selalu terbuka dengan nilai-nilai baru, terutama nilai-nilai kebenaran yang universal. Umpamanya masyarakat dan bangsa Indonesia selama ini belum memiliki jati diri ber-IPTEKS, maka kemudian bangsa Indonesia harus menguasai IPTEKS dan memiliki jatidiri IPTEKS.

6.  Integrasi Nasional

Integrasi adalah masalah sosial budaya yang selalu ada khususnya dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia ini. Secara konseptual integrasi artinya proses menjadi satu kesatuan. Dalam hal ini terdapat dua macam integrasi, yaitu integrasi kebudayaan dan integrasi sosial. Makna integrasi kebudayaan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat. Integrasi nasional bangs Indonesia dilihat dari aspek budayanya, adalahsuatu proses pembentukan kesatuan dan solidaritas bangsa. Konsep integrasi ini dipakai atas kesaddaran situasi sosial bangsa Indonesia bersifat majemuk.

7.  Keragaman Budaya Indonesia sebagai alat pemersatu

Budaya merupakan hasil dari kebiasaan, tingkah laku dan kepercayaan yang ada pada suatu kelompok umat manusia dalam kurun waktu dan tempat tertentu. Oleh karena itu setiap daerah memiliki budaya yang unik dan berbeda dengan daerah lainnya. Keunikan budaya yang beragam telah menjadikan budaya sebagai sebuah identitas yang dimiliki suatu kelompok manusia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki keberagaman terbanyak di dunia. Namun hal tersebut dapat menjadi sumber konflik dan memecah persatuan nasional sehingga menimbulkan disintegrasi negara jika tidak dicarikan penyelesaian akar masalah. Kasus Dayak-Madura, Poso, Papua, Aceh dan beberapa daerah lainnya adalah sebuah konflik yang disulut karena adanya keberagaman di Indonesia. Kasus-kasus tersebut akan menjadi sumber disintegrasi Negara dan hal tersebut sudah seharusnya menjadi evaluasi bagi bangsa Indonesia untuk mencari kembali alat pemersatu baru bangsa.

Gagasan kebudayaan nasional Indonesia sebagai Identitas dan kesadaran Nasional sudah dicetuskan sejak Sumpah Pemuda tahun 1928. Kebudayaan Nasional bersumber pada puncak-puncak kebudayaan daerah di seluruh Indonesia yang selaras dengan norma-norma berbangsa dan bernegara. Namun doktrin pemersatu bangsa lewat Sumpah Pemuda mungkin saat ini sudah bukan lagi menjadi alat pemersatu yang relevan dalam menjawab keberagaman bangsa Indonesia karena tingkat pendidikan pada masyarakat yang sudah berbeda dengan masa lalu. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mencari alat pemersatu lain yang tidak sekedar menjadi doktrin semata, namun ada alasan yang nyata kenapa kita dapat bersatu.

Keragaman budaya di Indonesia seharusnya dapat menjadi pemersatu bangsa jika kita tidak hanya melihat dari perbedaan saja melainkan kesamaan yang terdapat di setiap budaya, baik dari segi arsitektural, tarian, motif pakaian, lagu, dan beberapa ekspresi budaya lainnya. Kesamaan tersebut timbul dari proses akulturasi dan asimilasi budaya yang sudah terjalin ribuan tahun yang lalu melalui perpindahan penduduk, sebelum Indonesia terbentuk, selain kesamaan asal usul bangsa Indonesia. Untuk menemukan kesamaan yang terdapat di dalam budaya daerah di Indonesia dapat dilakukan dengan pengumpulan data-data ekspresi budaya tradisional terlebih dahulu yang berupa motif kain, seni tari, musik tradisional, cerita rakyat, arstiektur tradisional, makanan tradisional dan lain-lain. Pengumpulan data-data ekspresi budaya tradisional juga dapat mengenalkan budaya daerah lain sehingga menimbulkan rasa kepemilikan budaya tradisional.

Meningkatnya arus informasi teknologi telah menjadikan dunia dalam satu tatanan baru yang prosesnya dinamakan globalisasi. Globalisasi yang memiliki tujuan terciptanya masyarakat dunia tanpa batas-batas negara berusaha menghilangkan peranan negara dalam menjalankan tugasnya untuk menyejahterakan warga negaranya. Perdagangan bebas, liberalisasi, privatisasi dan gencarnya arus informasi merupakan bagian dari Globalisasi yang tidak dapat kita hindari lagi. Globalisasi selain memiliki dampak perekonomian terhadap Indonesia juga dapat menghegemoni budaya karena arus informasi yang meningkat. Dan kondisi kekinian budaya Indonesia berada pada kondisi dimana terjadi penetrasi budaya global karena pengaruh globalisasi sehingga mengikis kesadaran generasi muda akan warisan tradisi budaya Indonesia selain mengikis devisa negara. Dan hal tersebut menjadi tantangan kedepan bangsa Indonesia guna melestarikan kebudayaan tradisional. Untuk itu diperlukan sebuah inisiatif untuk menyelamatkan kebudayaan tradisional sebagai warisan budaya sehingga Indonesia memiliki identitas bangsa dan dapat menyelamatkan ekspresi budaya tradisional agar tidak diklaim oleh pihak asing.

Beragam kebudayaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dapat mempersatukan dan memperkuat bangsa ini. Seperti contoh, dengan mengembangkan Tari Tradisional, masyarakat dapat saling berinteraksi setiap kali latihan. Lewat budaya, bangsa Indonesia juga dapat bersatu dalam hal membela budayanya, seperti contoh kasus Budaya Indonesia yang di klaim oleh Negara tetangga.

Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” juga menggambarkan, walaupun Indonesia memiliki banyak keragaman dan perbedaan, tetapi kita harus tetap satu. Janganlah, jadikan perbedaan suatu hal yang bisa menjadikan pertikaian. Tetapi jadikan hal tersebut sebagai alat untuk saling melengkapi yang dapat mempersatukan dan menghasilkan keindahan bagi Bangsa Indonesia.

Kesimpulanya, Budaya dapat dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa ditentukan oleh Bangsa itu sendiri. Bagaimana bangsa tersebut mempersatukan beragam budaya yang ada menjadi suatu kesatuan yang juga dapat menghasilkan keindahan. Bangsa Indonesia memiliki banyak cara untuk mempersatukan budayanya.

Demikian daripada itu, sebagai generasi penerus sudah seharusnya kita meracik beragam budaya Indonesia lewat suatu acara yang dapat mempersatukan Bangsa.

“Mari kita lestarikan dan pertahankan budaya bangsa yang merupakan warisan nenek moyang bangsa indonesia. Mari kita sadari bersama bahwa dalam warisan tersebut telah mengalir semangat perjuangan yang luhur. Jangan biarkan nasionalisme dalam dada kita menjadi punah karena kekurang-pedulian kita terhadap budaya Indonesia.”

C. Simpulan dan Saran

Dari artikel ini maka dapat disimpul kan bahwa, identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisah-pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. Karena identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri, serta karakter dari bangsa tersebut. Begitu pula dengan identitas daerah setiap daerah pasti memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari daerah tersebut. Daerah juga memiliki kekuatan yang kuat dalam nasionalisme sebagai pemersatu bangsa karena nasionalisme tidak dapat dibentuk jika daerah-daerah itu tidak ada maka dari itu, identitas daerah penting didalam setiap negara sebagai pemersatu bangsa.

Dari artikel ini menyarankan kepada kita semua bahwa identitas nasinal dan identitas daerah sangat penting bagi setiap orang  karena identitas nasional adalah jati diri setiap bangsa dan daerah. Semoga hasil artikel yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya.

D. Referensi

Abdul Rosak.,et.al,(2004). Pendidikan Kewarganegaraan (civic education). Jakarta: Fajar Interpratama Offset.

Asri Puspita.Makalah Bangsa, Negara, Nasionalisme, dan Identitas Nasional.[Online].Tersedia:http://asripuspitaachild.blogspot.com/2011/02/makalah-bangsa-negara-nasionalisme-dan.html.[26 februari 2011].

Depdikbud Republik Indonesia.(1996) Integrasi Nasional suatu Pendekatan Budaya, Jawa Tengah: Proyek P2NB.

Kaelan dan Achmad Zubaidi.(2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma.

Risma.Kebudayaan Daerah Merupakan Alat Pemersatu Bangsa.[Online]. Tersedia:http://negrhezzma.blogspot.com/2012/04/kebudayaan-daerah-merupakan-alat.html.[18 April 2012].

Salim, Arshal, GP, at al.(2000). Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrsi, HAM dan Masyarakat Madani, Jakarta: IAIN Jakarta Press.

Sujana, I Nyoman Naya, 2004, Pembangunan Jatidiri Bangsa Indonesia, Surabaya: DHD 45 Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 Kiat Sukses Agar Bisnis Cepat Kaya

Apakah saat ini Anda ingin mengetahui kiat sukses untuk usaha bisnis? Tentu Anda ingin usaha bisnis cepat kaya dan berhasil.  Praktikkan kia...