Menikah jadi kaya ? Siapa sih yang tidak mau... Ternyata, itu bukan isapan jempol semata. Menikah bisa membuat hidup jadi lebih makmur.
Masa iya dengan menikah jadi kaya ? Biaya hidup berdua khan lebih besar ? Mungkin seperti itulah yang ada dipikiran sebagian orang. Tapi kalau kamu tidak percaya, coba deh cek tagihan pajak. Beban pajak mereka yang menikah pasti lebih kecil daripada yang masih jomblo! Baca Juga : Menikah Muda, Bocah di Yaman Ini Meninggal Saat Malam Pertama
Keuntungan lainnya adalah bila menikah akan lebih mudah untuk mendapatkan kredit. Menikah bisa membuat pengurusan kredit jadi lebih mudah karena ada jaminan keluarga lewat persetujuan pasangan.
Tapi yang jadi pertanyaan, bagaimana tipsnya supaya menikah jadi kaya? Cek dulu cara mengelola keuangan pasangan di bawah ini seperti yang dirangkum oleh Riau24.com.
1.Diskusikan prioritas finansial bersama pasangan
Urusan keuangan dalam menikah pada dasarnya adalah untuk menyatukan dua individu yang berbeda. Banyak permasalahan yang bisa ditimbulkan dari uang. Maka, disinilah dibutuhkan kompromi untuk mendiskusikan terkait prioritas keuangan apa saja yang harus diterapkan dalam rumah tangga. Misalnya memprioritaskan pembelian rumah ketimbang mencicil kendaraan. Termasuk juga kapan mulai mempersiapkan keuangan untuk buah hati.
2. Tunjuk menteri keuangan keluarga
Buat kesepakatan siapa yang menjadi menteri keuangan keluarga. Peran menteri keuangan dalam sebuah pernikahan sangat menentukan terhadap kesehatan keuangan keluarga. Karena di tangan dialah masuk dan keluarnya duit ditentukan.
Dengan menerapkan sistem satu pintu dalam keuangan maka memudahkan pengaturan arus uang keluar dan masuk.
3. Besaran pengeluaran living cost
Bicarakan bersama pasangan untuk menentukan limit pengeluaran living cost atau pengeluaran rutin selama sebulan. Untuk menentukan angkanya, mungkin bisa eksperimen dulu selama tiga bulan. Hitung semua pengeluaran rutin seperti tagihan listrik, belanja bulanan, transportasi, dan rekreasi. Kemudian bandingan pengeluaran selama tiga bulan itu agar mendapatkan angka yang pas.
4. Batas atas pengeluaran uang
Tetapkanlah batas atas yang bisa ditolerir dalam pengeluaran tiap bulan. Jadi misalnya batas atas belanja bulanan Rp 1,5 juta, batas atas biaya transportasi Rp 500 ribu, dan seterusnya. Bila sudah lewat batas atas, itu menjadi alarm untuk evaluasi. Apakah memang kebutuhan naik atau terjadi pemborosan.
5. Pos tabungan sebagai pengeluaran wajib
Paksakan diri untuk menabung. Usahakan nilai uang yang ditabung tetap sama dengan cara memotong di awal. Masukan pos tabungan sebagai pengeluaran wajib. Tujuannya agar tak lagi menunda-nunda menabung.
6. Catat semua pengeluaran dan pemasukan
Ada cara mudah mencatat pengeluaran tanpa harus menulis satu per satu. Gunakan transaksi lewat kartu kredit atau kartu debit. Tinggal print saja tiap bulan karena semua transaksi yang dilakukan otomatis tercatat di situ.
7. Kelola aset
Ketika menikah, maka aset menjadi milik berdua. Ada baiknya bicarakan juga soal monetisasi aset agar mendapat tambahan pendapatan. Misalnya menyewakan kendaraan yang sudah dimiliki, menyewakan tanah atau rumah dan sebagainya.
8. Asuransi/dana darurat
Ketika sudah berkeluarga, berarti perlu memikirkan asuransi jiwa atau asuransi lainnya. Asuransi pada prinsipnya adalah mengalihkan risiko finansial bila terjadi musibah yang tak diinginkan. Bila kurang nyaman dengan asuransi, mungkin bisa memikirkan dana darurat. Fungsinya sebagai antisipasi jika ada hal-hal yang tiba-tiba terjadi menuntut dana yang cukup besar.
Itulah poin-poin yang bisa membantu mengatur keuangan lebih baik seusai menikah. Semoga dengan langkah-langkah tersebut keinginan untuk menikah jadi kaya bisa tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar